Skripsi Belum Beranjak dari Bab 1? Bisa Jadi Kamu Salah Menentukan Research Gap

Selasa, 18 Agustus 2026 10:24 WIB
img-alt

Bab 1 sering jadi bagian skripsi yang paling lama selesai. Sudah membaca banyak jurnal, mencoba mencari referensi dengan bantuan AI, bahkan sudah punya gambaran topik, tetapi tetap saja revisi datang di bagian latar belakang dan research gap.

Masalahnya, penggunaan AI belum tentu membuat proses riset jadi lebih mudah. Tanpa alur yang jelas, ChatGPT justru bisa membuat mahasiswa semakin bingung memilih referensi, menentukan masalah penelitian, hingga merumuskan metode yang sesuai.

Padahal, AI dapat dimanfaatkan lebih jauh dari sekadar membantu membuat paragraf. Dengan workflow riset yang tepat, AI bisa membantu memetakan literatur, membandingkan temuan penelitian sebelumnya, mengidentifikasi celah riset, hingga membantu menyusun novelty.

Pemahaman ini akan dibahas dalam Premium Webinar "Strategi Menyusun Research Gap & Metopen dengan AI" dari Educativa. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak memahami proses menyusun penelitian secara runtut, mulai dari menentukan topik, menemukan research gap, sampai mengarahkannya ke metode penelitian.

Menariknya, webinar ini juga membahas cara mengenali dan menghindari halusinasi AI. Jadi, mahasiswa tidak sekadar mengandalkan jawaban AI, tetapi tetap mampu mengecek informasi dan menggunakan hasilnya secara lebih kritis untuk kebutuhan akademik.

Webinar digelar secara online pada Rabu, 26 Agustus 2026. Buat kamu yang masih berkutat dengan Bab 1 atau ingin lebih terarah saat menentukan research gap dan metode penelitian, kelas ini bisa jadi langkah untuk memperbaiki workflow risetmu.

Cek informasi lengkap dan pendaftarannya di detikevent.