Pakai AI buat Skripsi Tapi Malah Ditolak Dosen? Bisa Jadi Workflow Risetmu yang Keliru
Menggunakan AI untuk membantu mengerjakan skripsi atau tesis memang bisa membuat proses riset terasa lebih praktis. Namun, sekadar memasukkan pertanyaan ke chatbot lalu menyalin hasilnya bukan berarti pekerjaan akademik jadi lebih mudah.
Justru, penggunaan AI tanpa alur yang jelas bisa membuat hasil penelitian terlalu umum, kurang memiliki dasar literatur, bahkan tidak sesuai dengan standar akademik. Tak heran jika mahasiswa masih harus menerima banyak revisi meski sudah memanfaatkan berbagai tools AI.
AI seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan paragraf atau mencari jawaban instan. Dalam proses penelitian, AI dapat membantu mulai dari menemukan dan mengembangkan ide, mengeksplorasi literatur, memvalidasi informasi, hingga menyusun proposal secara lebih terstruktur. Karena itu, mahasiswa perlu memahami AI Research Workflow, bukan sekadar menguasai satu chatbot.
Kebutuhan tersebut coba dijawab melalui INTENSIVE BOOTCAMP: AI Research - From Idea to Proposal dari Educativa. Program ini dirancang sebagai pembelajaran selama 30 hari untuk membantu peserta memahami penggunaan AI dalam proses riset secara lebih utuh. Bukan hanya belajar cara membuat prompt, peserta juga diajak memahami fungsi berbagai tools AI sesuai kebutuhan di setiap tahapan penelitian.
Ada empat tools yang digunakan dalam program ini, yaitu Claude, Gemini, NotebookLM, dan Jenni AI.
Masing-masing dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari brainstorming dan pengembangan ide, eksplorasi serta validasi literatur, sampai membantu proses penyusunan proposal penelitian.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak perlu mengandalkan satu chatbot untuk mengerjakan seluruh proses riset. Penggunaan beberapa tools secara terarah justru dapat membantu membangun workflow penelitian yang lebih sistematis.
Program ini juga tidak berhenti setelah sesi kelas selesai. Peserta mendapatkan pendampingan melalui WhatsApp Group selama 30 hari, sehingga masih bisa berdiskusi ketika menemukan kendala dalam proses penelitian.
Selain itu, peserta akan memperoleh template AI Research Workflow yang dapat digunakan sebagai panduan saat menerapkan materi dalam proses riset masing-masing.
Ada pula komunitas riset yang dapat diakses seterusnya. Dengan begitu, peserta punya ruang untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan sesama peserta setelah program berakhir.
Empat Sesi Live via Zoom
INTENSIVE BOOTCAMP: AI Research - From Idea to Proposal berlangsung dalam empat sesi live melalui Zoom. Kelas dijadwalkan pada:
- Selasa, 1 September 2026
- Selasa, 8 September 2026
- Selasa, 15 September 2026
- Selasa, 22 September 2026
- Pukul 19.00-21.15 WIB
Format online membuat kelas ini dapat diikuti mahasiswa maupun peneliti dari berbagai daerah tanpa perlu datang langsung ke lokasi tertentu.
Buat kamu yang sedang menyusun skripsi, tesis, atau proposal penelitian dan ingin memanfaatkan AI dengan cara yang lebih terarah, memahami workflow riset bisa menjadi langkah penting.
Daripada hanya mengandalkan copy-paste dari chatbot dan berujung revisi berulang, lebih baik pelajari bagaimana AI dapat ditempatkan secara tepat di setiap tahapan penelitian.
Cek detail program dan daftar melalui detikevent.