Baju Robek Bukan Sampah, Ini Seni yang Orang Jepang Sudah Tahu Lama
Ada satu hal yang orang Jepang lakukan ketika pakaian mereka mulai robek atau pudar. Mereka tidak membuangnya. Mereka menjahitnya, dan menjadikannya lebih indah dari sebelumnya.
Filosofi ini punya nama: Boro. Dari kata Jepang yang berarti "sesuatu yang compang-camping", Boro justru merayakan ketidaksempurnaan. Setiap tambalan, setiap jahitan, adalah jejak waktu yang sengaja diperlihatkan bukan disembunyikan.
Japanese Sashiko Boro Workshop
Di era fast fashion yang mendorong kita terus membeli dan membuang, Sashiko Boro terasa seperti perlawanan diam-diam. Kamu tidak butuh baju baru. Kamu butuh perspektif baru terhadap yang sudah ada.
Dan perspektif itu bisa kamu pelajari secara langsung. Japanese Sashiko Boro Workshop di nextdoor by Pantry Magic, Jl. Kemang Raya 14B, Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Dipandu Nining Irianingsih dari Kamacitta, seorang praktisi Sashiko dengan pengalaman 8 tahun, kamu akan belajar mengaplikasikan teknik tusuk jelujur khas Jepang langsung pada pakaian milikmu sendiri.
Bawa baju lama yang sudah mau kamu singkirkan. Pulang dengan karya yang punya cerita baru. Tiket seharga Rp 600.000 tersedia di detikevent.com.